REVIEW NOVEL CINTA DEKAP AKU DALAM KETAATAN

cinta dekap aku dalam ketaatan-novel islami

Novel Cinta Dekap Aku dalam Ketaatan adalah sebuah novel islami karya Hasanah Ahmad dengan ketebalan 205 halaman yang diterbitkan pertama kali oleh penerbit Zukzez Express pada tahun 2016.  Novel ini merupakan novel yang sangat sarat akan nilai-nilai religius yang dapat direnungi, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari terlebih pula dalam tata cara pergaulan interaksi antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim.

Novel ini mengungkap dan mengupas lebih dalam tentang hukum-hukum atau syariat-syariat Islam yang dituangkan dalam sebuah karya dengan bahasa yang ringan dan sangat mudah dipahami, dan mengajak pembaca seolah memasuki dan merasakan peran-peran tokoh di dalamnya. Mengungkapkan nilai-nilai illahiyah yang menjelaskan tentang syariat Islam dari berbagai sudut kehidupan yang sehari-hari kita jalani.

Novel ini menceritakan tentang berbagai perjuangan para aktivis dakwah dalam menyampaikan tentang kebenaran dan menyuarakan mana hal yang semestinya dilakukan oleh seorang muslim dan mana hal yang perlu dijauhi, karena hal yang diutamakan dalam hidup adalah mendapatkan keridhoan Allah, maka untuk menggapainya pun harus dengan cara-cara yang Allah ridhoi pula.

Novel ini menceritakan berbagai pergulatan batin yang dialami oleh tokoh-tokoh. Terdapat hal yang sangat menarik untuk dicerna dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat tokoh bernama Irhab yang dalam perjalanan panjangnya hingga Allah mempertemukannya dalam satu kubu bersama para aktivis-aktivis dakwah, sosok-sosok yang sangat membawa arti dalam kehidupannya yang telah mengenalkan dan membawa dirinya untuk menuju jalan yang terang benderang, sebuah jalan kehidupan yang di dalamnya dipenuhi hidayah dan cinta-Nya Allah Azza wa jalla. Berbagai kesakitan yang harus ia lewati, berbagai permasalahan yang harus ia tuntaskan, hingga melalui tekadnya bahwa hidup adalah hanya untuk Allah telah mengantarkan dirinya pada sosok Irhab yang baru, meninggalkan sosok Irhab yang dulu hanya seorang pemuda yang hidupnya banyak digunakan untuk hura-hura, sering melawan dengan orangtua, dan jauh akan memahami tentang hukum syara.

 

Terdapat pula tokoh lain yang bernama Meira, sahabatnya Zhifa. Sebuah cara penyampaian yang unik disampaikan melalui konflik yang dialami antara Zhifa dan Meira. Manakala itu Meira tepergok oleh Zhifa bahwa Meira telah melakukan sesuatu yang tidak layak dilakukan oleh seorang muslimah terhadap seorang laki-laki yang bukan muhrim baginya. Ketika Zhifa tak sengaja terbaca kiriman pesan di handphone Meira dari seorang laki-laki yang bukan muhrimnya namun terdapat kata-kata yang tak selayaknya diucapkan oleh dua orang yang tak memiliki ikatan halal. Hingga melalui nasehat-nasehat bijak Zhifa yang santun mampu menyentuh hati Meira bahwa yang ia lakukan selama ini terhadap laki-laki tersebut bukan lah hal yang layak untuk dilakukan, karena ia tersadarkan bahwa hubungan yang spesial antara dua orang yang belum berada dalam ikatan halal hanyalah akan berbuah dosa.

Novel ini juga mengungkap kisah yang sangat heroik tentang perjuangan berat yang harus dilalui oleh Irhab untuk menyadarkan sang kakak dalam menuju ke jalan yang benar, jalan yang Allah ridhoi. Irhab berjuang berupaya dalam menuntun sang kakak untuk bersama menuju jalan cinta-Nya, sebuah jalan yang dihiasi dengan ketaatan. Berusaha membantu sang kakak untuk keluar pada zona yang selama ini melenakannya, kehidupan yang hura-hura, mengonsumsi hal-hal yang terlarang, selalu memunculkan keegoannya terhadap orangtua, dan berbagai keonaran lainnya yang membuat keluarganya hampir menyerah dalam menyikapi sang kakak. Namun berkat dengan kesabaran, kesungguhan, keikhlasan, dan kelembutan hati Irhab mampu mengajak bersama sang kakak untuk bersama meraih cinta-Nya Allah dengan bingkai ketaatan.

Novel ini juga mengungkapkan kisah yang heroik yang dialami oleh salah satu tokoh yang bernama Aqila yang berusaha begitu tegar berjuang untuk melawan sakit yang selama ini  dialaminya. Dia tetap tegar, senantiasa memberikan ulasan senyum di wajahnya, tak pernah ia mengumbar kepada adik-adiknya tentang penyakit yang dialaminya. Dia wanita yang begitu kuat dalam menahan semua sakit yang ia rasakan, berbagai cobaan yang harus ia lewati, maka karena sakit yang dideritanya itu membuat orangtuanya sangat prihatin kepada Aqila. Namun, sayangnya berbagai bentuk perhatian yang diberikan oleh orangtuanya tersebut membuat salah satu adiknya berprasangka tak baik, seakan-akan menggambarkan perhatian orangtuanya lebih besar kepada kakaknya, Aqila. Hingga akhirnya, di suatu hari barulah ia mengetahui bahwa kakaknya, Aqila mengidap penyakit  parah yang bisa saja menyebabkan kematian itu lebih dekat, meski pada akhirnya kuasa Allah turun untuk kesembuhannya,namun Aqila menyadari bahwa kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan hati dalam menjalani semua prahara kehidupan ini akan selalu ada untaian hikmah di dalamnya. Hal yang terpenting ialah terus berjalan di atas jalan yang Allah ridhoi untuk mengharap cinta yang hakiki, cinta yang tak semu, dan sesungguh-sungguhnya cinta ialah cinta-Nya Allah azza wa jalla. Dan untuk menggapai cinta itu hanyalah satu ialah mendekapnya dengan ketaatan.

 

Audina

-Penulis buku_

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s