MUSA DAN HARUN

Hasanah Ahmaad
Betapa aku iri kepada Musa dan Harun.
Bagaimana persahabatan mereka hanya karena-Nya.

*Kala Musa sadar bahwa retorika itu perlu dalam menyampaikan risalah, maka, Harunlah yang ia minta kepada Allah.
Kefasihan Harun dalam memainkan lisannya menjadikan jalan dakwah bagi musa terasa mudah.
Musa menyadari, didalam dirinya ditemui beberapa kelemahan.tersebab itulah, ia teramat bersyukur kala Allah jadikan Harun sebagai sahabat seperjuangan.
Musa begitu takjub dengan Harun, seseorang yang Allah karuniakan yang mampu membersamai jalannya dakwah dengan keyakinan yang utuh, kepercayaan yang tidak tanggung-tanggung.
Meski banyak mata yang memandang Harun tidaklah banyak kontribusinya dalam perjalanan dakwah Nabi Musa.
Hanya Musalah yang tahu pasti bagaimana sesungguhnya.
Betapa doa Nabi Musa kepada Allah yang memuat nama Harun telah membungkam mereka yang dahulu hanya memandang nampak dari luar saja.
“…dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku ( yaitu ) Harun saudaraku, teguhkanlah kekuatanku dengan. ( Adanya ) dia, dan jadikanlah dia teman dalam setiap urusanku.
(Thaha, 20:29:32 )
Telah terbukti betapa Harun sangat berharga di sisi Musa, seseorang yang teramat bersejarah dalam perjalanan hidupnya ketika Allah memerintahkan Musa untuk memberi peringatan kepada ayah angkatnya sendiri yang durjana.
Musa tidak pernah minta pasukan, mu’zizat, atau ratusan senjata untuk mengalahkan pasukan yang menghadangnya.
Musa hanya bermohon kepada Allah, agar Allah berkenan jadikan Harun teman dalam setiap urusannya.
Sementara dari Harun, sungguh banyak hal yang mampu di pelajari dari beliau.
Dengannya kita mengerti. bahwa bersama dalam dakwah itu jauh lebih baik daripada sendiri.
Dari Harun kita memahami bahwa tiada sosok yang mampu miliki predikat sempurna, hatta, dia seorang Nabi sekalipun..
Dari Harun kita belajar bahwa setiap persahabatan harus di isi dengan saling mengingatkan. Yang tentu saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan kebenaran.
Dari Harun pula kita belajar bahwa pandangan oranglain tak begitu penting, sebab, yang paling penting adalah bagaimana citra diri di hadapan Robbi..

Maka, menjadi Musa ataupun Harun adalah pilihan kita, meski tidak ada kerugian tatkala kita memilih salah satu diantaranya.
Sebab, dua-duanya sama baik, dua-duanya spesial, dan keduanya istimewa.

By Hasanah Ahmad
Sahabat Sampai Syurga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s