Ayahku pahlawanku

89ff3fec644b1cbcd3dccd4b052d87b3

Darinya aku belajar apa itu kesabaran,
Lakunya mengajarkanku apa itu ketegaran,
Dia berbisik dengan perbuatan bahwa melalui hidup bukan dengan keluhan.
Tak ada manusia yang tak punya resah, tak ada hati yang tak gelisah.
Tapi dia sangat yakin dengan kehidupan, bahwa apapun yang datang, entah berupa ujian atau kesenangan, maka itu adalah bentuk sayang dari Sang Pencipta kehidupan.
“Hidup tak selalu mudah, ucapmu kala itu.tapi senyum ikhlas pada semua takdir akan menjadikan hidupmu indah wahai anakku ”
Nasihat itu selalu saja menguatkanku, kalimat pendek yang disampaikan penuh kasih-sayang mampu terngiang dan menjadi bukti betapa dengannya aku mampu lewati segala,dengannya ku dapat satu persatu meraih cita.
Sungguh, aku yakin dia sangat mencintaiku, dan masih banyak cinta tersembunyi yang aku tak pernah tau,
Ratusan bahkan ribuan kalimat telah naik ke langit untuk kebaikanku, kendati mungkin, lisan ini tak sesering dirimu kala menyebut namaku..
Dunia menunjukan kau telah tiada, tapi jiwa sellau menganggapmu ada.
Marah, canda,serta nasihatmu teramat hidup dalam benakku, tidak akan ada yang bisa mengusirnya, tidak akan pernah ada !!
Ayah…usiaku kini mendekati dewasa, tapi aku tetap saja ingin kau manja.
Betapa kerinduan itu semakin memuncak, aku masih saja ingin kembali ke masa kanak-kanak,masa dimana semua rasa mampu ku dapatkan.masa dimana ketika aku salah kau tak segan beri teguran., namun dari teguran-teguran itulah diri sadar alangkah pentingnya sebuah iman yang kokoh dalam kehidupan.
Kini, satu persatu cita mampu ku gapai, tapi jalanku masih panjang ayah…
Teruslah membersamaiku, selalu hidup dalam mimpi-mimpiku agar ku tumbuh menjadi pribadi yang sesuai inginmu, pribadi yang tangguh, pekerja keras, pemilik pikiran dan hati yang positif, insan yang pandai bersyukur,rendah hati dan sholihah.
Maka, lisan ini melangitkan kalimat sederhana kepada robb-ku.
“Ya Allah, ampuni segala dosa ayah hamba sebesar apapun itu, dan terima segala kebaikannya sekecil apapun itu.”
Dalam setiap tarikan nafas, aku berharap setiap doa yang ku panjatkan layaknya sebuah korek api, dimana setiap doa yang kukirimkan maka sebatang korek akan menyala untuk memberikan penerangan didalam kubur, semakin banyak doa yang ku hadiahkan, semakin banyak pula batang korek api menyala yang akan senantiasa menerangi kuburnya.

Really miss u dad T_T

Hasanah Ahmad~feeling lovely

Advertisements

REVIEW NOVEL CINTA DEKAP AKU DALAM KETAATAN

cinta dekap aku dalam ketaatan-novel islami

Novel Cinta Dekap Aku dalam Ketaatan adalah sebuah novel islami karya Hasanah Ahmad dengan ketebalan 205 halaman yang diterbitkan pertama kali oleh penerbit Zukzez Express pada tahun 2016.  Novel ini merupakan novel yang sangat sarat akan nilai-nilai religius yang dapat direnungi, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari terlebih pula dalam tata cara pergaulan interaksi antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim.

Novel ini mengungkap dan mengupas lebih dalam tentang hukum-hukum atau syariat-syariat Islam yang dituangkan dalam sebuah karya dengan bahasa yang ringan dan sangat mudah dipahami, dan mengajak pembaca seolah memasuki dan merasakan peran-peran tokoh di dalamnya. Mengungkapkan nilai-nilai illahiyah yang menjelaskan tentang syariat Islam dari berbagai sudut kehidupan yang sehari-hari kita jalani.

Novel ini menceritakan tentang berbagai perjuangan para aktivis dakwah dalam menyampaikan tentang kebenaran dan menyuarakan mana hal yang semestinya dilakukan oleh seorang muslim dan mana hal yang perlu dijauhi, karena hal yang diutamakan dalam hidup adalah mendapatkan keridhoan Allah, maka untuk menggapainya pun harus dengan cara-cara yang Allah ridhoi pula.

Novel ini menceritakan berbagai pergulatan batin yang dialami oleh tokoh-tokoh. Terdapat hal yang sangat menarik untuk dicerna dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat tokoh bernama Irhab yang dalam perjalanan panjangnya hingga Allah mempertemukannya dalam satu kubu bersama para aktivis-aktivis dakwah, sosok-sosok yang sangat membawa arti dalam kehidupannya yang telah mengenalkan dan membawa dirinya untuk menuju jalan yang terang benderang, sebuah jalan kehidupan yang di dalamnya dipenuhi hidayah dan cinta-Nya Allah Azza wa jalla. Berbagai kesakitan yang harus ia lewati, berbagai permasalahan yang harus ia tuntaskan, hingga melalui tekadnya bahwa hidup adalah hanya untuk Allah telah mengantarkan dirinya pada sosok Irhab yang baru, meninggalkan sosok Irhab yang dulu hanya seorang pemuda yang hidupnya banyak digunakan untuk hura-hura, sering melawan dengan orangtua, dan jauh akan memahami tentang hukum syara.

 

Terdapat pula tokoh lain yang bernama Meira, sahabatnya Zhifa. Sebuah cara penyampaian yang unik disampaikan melalui konflik yang dialami antara Zhifa dan Meira. Manakala itu Meira tepergok oleh Zhifa bahwa Meira telah melakukan sesuatu yang tidak layak dilakukan oleh seorang muslimah terhadap seorang laki-laki yang bukan muhrim baginya. Ketika Zhifa tak sengaja terbaca kiriman pesan di handphone Meira dari seorang laki-laki yang bukan muhrimnya namun terdapat kata-kata yang tak selayaknya diucapkan oleh dua orang yang tak memiliki ikatan halal. Hingga melalui nasehat-nasehat bijak Zhifa yang santun mampu menyentuh hati Meira bahwa yang ia lakukan selama ini terhadap laki-laki tersebut bukan lah hal yang layak untuk dilakukan, karena ia tersadarkan bahwa hubungan yang spesial antara dua orang yang belum berada dalam ikatan halal hanyalah akan berbuah dosa.

Novel ini juga mengungkap kisah yang sangat heroik tentang perjuangan berat yang harus dilalui oleh Irhab untuk menyadarkan sang kakak dalam menuju ke jalan yang benar, jalan yang Allah ridhoi. Irhab berjuang berupaya dalam menuntun sang kakak untuk bersama menuju jalan cinta-Nya, sebuah jalan yang dihiasi dengan ketaatan. Berusaha membantu sang kakak untuk keluar pada zona yang selama ini melenakannya, kehidupan yang hura-hura, mengonsumsi hal-hal yang terlarang, selalu memunculkan keegoannya terhadap orangtua, dan berbagai keonaran lainnya yang membuat keluarganya hampir menyerah dalam menyikapi sang kakak. Namun berkat dengan kesabaran, kesungguhan, keikhlasan, dan kelembutan hati Irhab mampu mengajak bersama sang kakak untuk bersama meraih cinta-Nya Allah dengan bingkai ketaatan.

Novel ini juga mengungkapkan kisah yang heroik yang dialami oleh salah satu tokoh yang bernama Aqila yang berusaha begitu tegar berjuang untuk melawan sakit yang selama ini  dialaminya. Dia tetap tegar, senantiasa memberikan ulasan senyum di wajahnya, tak pernah ia mengumbar kepada adik-adiknya tentang penyakit yang dialaminya. Dia wanita yang begitu kuat dalam menahan semua sakit yang ia rasakan, berbagai cobaan yang harus ia lewati, maka karena sakit yang dideritanya itu membuat orangtuanya sangat prihatin kepada Aqila. Namun, sayangnya berbagai bentuk perhatian yang diberikan oleh orangtuanya tersebut membuat salah satu adiknya berprasangka tak baik, seakan-akan menggambarkan perhatian orangtuanya lebih besar kepada kakaknya, Aqila. Hingga akhirnya, di suatu hari barulah ia mengetahui bahwa kakaknya, Aqila mengidap penyakit  parah yang bisa saja menyebabkan kematian itu lebih dekat, meski pada akhirnya kuasa Allah turun untuk kesembuhannya,namun Aqila menyadari bahwa kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan hati dalam menjalani semua prahara kehidupan ini akan selalu ada untaian hikmah di dalamnya. Hal yang terpenting ialah terus berjalan di atas jalan yang Allah ridhoi untuk mengharap cinta yang hakiki, cinta yang tak semu, dan sesungguh-sungguhnya cinta ialah cinta-Nya Allah azza wa jalla. Dan untuk menggapai cinta itu hanyalah satu ialah mendekapnya dengan ketaatan.

 

Audina

-Penulis buku_

SEBAIK TEMAN

“Sebaik-baik teman duduk ialah buku 📚.”
➖ ➖ ➖ ➖ ➖ ➖ ➖ ➖ ➖ ➖ ➖ ➖ ➖ ➖ ➖ ➖
Yuk gaes hiasi diri kita dengan ilmu 😊
=========”””=========
USTADZ FELIK SIAW

CINTA, DEKAP AKU DALAM KETAATAN

jangan pernah meminta untuk melupakan cinta

sebab ia adalah fitrah terindah untuk manusia

hargailah cnta…

dengan tunduk terhadap pemilik cinta sebanarnya

karena tidak akan pernah insan merasa tersiksa bersebab cinta

jika cinta tersebut di kemas dengan penuh ketaatan kepada-Nya.Cinta dekap aku dalam ketaatan

Puisi untuk Indonesia

Negeriku Indonesia
Negeri yang dikenal ramah penduduknya
Negeri yang bermoral katanya
Dan seribu sanjungan yang lainnya

Namun masuklah lebih dalam
Maka kan kau temukan keheranan
Heran akan pola pikiran yang tertanam
Heran pula atas tindakan anarkis yang dilakukan

LGBT kau bela habis-habisan
Penista Agama kau sanjung mati-matian
Dangdut erotis yang tak beradab kau jadikan hiburan
Giliran pengajian pembentuk iman kau bubarkan

Sungguh, kekuasaan telah membutakan mata
Meski kau berdalih untuk kepentingan Negara
Namun fakta membungkam para mulut pencela
Yang tak hirau perintah Tuhannya, apatah lagi para ulama

Wahai saudaraku, meski tak sejalan
Janganlah kau gunakan kekerasan
Pengajian HTI adalah jalan menuju kesempurnaan dalam keimanan
Bukan pencetak teroris seperti yang kau gembor-gemborkan

Disinii, raga ini menangis
Menyaksikan para penyampai ayat-Mu di perlakukan dengan bengis
Dengan lantunan doa kami meminta
Engkau buka hati para penjilat dunia

 

Banjarmasin, Hasanah Ahmad, Mei 2017IMG_20161202_095455-1-681x454

Sinar itu Akan Memercik

Apakah sebenarnya pernikahan itu? apakah kebahagiaan sempurna bagi perempuan hanya diukur ketika ia mampu menikah saja? Kenapa hati dibuat kembang-kempis ketika kita mendapatkan kabar bahwa teman sebaya akan melangsungkan pernikahannya?

Ahh, seharusnya kita bahagia bukan?, karena ia akan menggenapkan keimanannya, dan seharusnya rasa cemburu ini juga tidak ada,

Tapi, bukankah islam membolehkan kita iri terhadap ibadah orang lain? Agar kita termotivasi untuk melakukan ibadah yang sama, bahkau kalau perlu melebihi apa yang mampu ia lakukan, hey, menikah kan juga ibadah, ia merupakan sunah dari Rasulululah.

namun, meski tangis kini menghiasi pipi, di hadapan sang teman,kita mestilah tersenyum, janganlah kita tampakkan rona sedih walau sehelaipun, bukankah kita bahagia, ketika orang lain mendapatkan kebahagiaannya, karena sikap menerima keadaan dan mendoakan sudah lebih dari cukup untuk membuat kita tenang. Karena pada dasarnya, tatkala kita mendoakan suatu kebaikan untuk orang lain, maka malaikat akan mendoakan kebaikan yang sama untuk kita, itu artinya, doa-doa yang baik itu akan mengarah kepada kita juga.

bukankah itu suatu ketenangan??

Ya. .ketenangan yang berlapis keikhlasan

Keikhlasan yang senantiasa dibalut dengan harapan.

Ibarat kita memelihara sebuah bunga, maka rawatlah ia dengan sungguh-sungguh, nanti ketika saatnya tiba, akan merekah sesuai impian kita,

Begitulah cinta, teruslah kita jaga ia, jangan sampai mengotori hati serta jiwa, jika cara menjaganya sudahlah benar, maka yakinlah, cinta itu kan menghampiri kita dengan sinar.

Dan benar, sinar itu adalah sinar kebahagiaan. ^^2015-08-13 17.53.40-1

Segmen Hati

Biarkanlah aku melupakanmu,

Melepaskan, serta membuang kepingan rasa yang masih tersimpan.

Aku tak akan menoleh kembali, andai ia hanya menjadi luka bagi diri,

Hey, bukankah aku berhak berbahagia? Dengan kehidupan yang aku punya,

aku paham selama ini, tatkala airmata berhasil penuhi hari-hariku, perlahan waktu menyadarkanku, bahwa sebenarnya,sikap  yang kau tunjukan  merupakan empedu yang aku tak pernah tau.

Ah, mestinya aku sadar sejak dulu,

Tak perlulah terlalu banyak percaya dengan keajaiban, kalau kenyataan sendiri sudah lebih dari cukup untuk mampu membuat aku sadar.hasanah ahmadd

Topeng

Topeng, sampai kapan kita mempertahankan itu, roda waktu akan terus berputar, tak lelah kah dengan topeng kepalsuan yang kau kenakan,

Awalnya aku mengira, ceritamu hanya bualan, tapi perlahan aku menemukan, ada satu  pertanyaan hati yang sampai saat ini tak mampu kau tuntaskan, semua orang bisa bilang kau anak yang nakal, namun beberapa di antarnya memahami itu bukan kenakalan, hanya perilaku yang kerap ingin di perhatikan,

Duhai, kebencian dan tanya itu tak pernah mampu berpadu, kau tutupi nyala kegelisahanmu dengan nafsu yang memburu.

aKankah ego yang begitu tingggi mengalahkan kecintaan kepada robbi,?

Akahah topeng yang dibangun menjadi perhiasan bagi diri,?

Sungguh, mendengar fragmen hatimu seperti pukulan bagi telinga yang mendengarkan,Seringkali kau berkata jengah dengan topeng yang bertahta, mau  sampai kapan kau memakainya?

Namun keadaan tetap memaksa meminta dirimu setia dengan topeng.

Hatimu meronta, tapi tak ada yang mendengar, ragamu terikat,tak sanggup kau lepaskan, terlalu banyak dibantu menjadikanmu terbelenggu, tak berani mengambil sikap.sebab takut menyakti orang terdekat.

Aku memalingkan muka sekejap saat kau bicara,  menghapus buliran air yang jatuh dari sudut mata,ku berusaha kau tak perlu tahu, bahwa kegersangan hati juga pernah menimpaku,

Tak terima akan masalalu, menjadikan diriku tak sanggup  mendengar jeritan hati lewat ceritamu, aku berlari ke hatiku, mungkinkah aku selama ini juga mengenakan topeng kepalsuan?atau barangkali kegersangan hidupku melebihi gersangnya hatimu,tapi meski begitu, ribuan syukur bergema dihatiku, karena jalan hidupku mungkin tak serumit dirimu,atau mungkin saja sebaliknya, tapi apapun keadaannya, bukankah alangkah lebih baik syukur tetap bertahta? pelajaran hidup,uluran tangan dari sang Tuhan juga perasaan yang berusaha mengerti bahwa ini adalah takdir hidup yang harus terjadi telah memberiku banyak hal,hingga aku berusaha bijak dalam menghadapi setiap keadaan dan selalu mensyukuri karunia sekecil apapun yang Tuhan berikan.

 

Bukankah bahagia itu akan datang,ketika hati terasa lapang?

Maka,bicaralah pada hati,tanpa ada ego dalam diri.JpegHasanah Ahmad+_3082369853989